Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan flavonoid yang cukup dapat membantu mempertahankan daya ingat dan menurunkan risiko gangguan kognitif pada usia lanjut. Selain biji anggur, flavonoid juga bisa diperoleh dari buah beri, jeruk, lemon, dan sayuran tertentu.
4. Membantu Mengontrol Tekanan Darah
Kandungan vitamin E, kalsium, kalium, serta antioksidan pada biji anggur memberikan efek positif bagi penderita tekanan darah tinggi. Kalium berperan membantu melemaskan dinding pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Meski demikian, manfaat biji anggur dalam mengontrol tekanan darah tetap perlu didukung pola makan sehat, olahraga teratur, dan gaya hidup seimbang. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya secara klinis.
5. Menunjang Kesehatan Tulang
Tulang membutuhkan berbagai nutrisi agar tetap kuat, seperti protein, fosfor, kalium, dan flavonoid. Seluruh nutrisi tersebut dapat ditemukan dalam biji anggur. Konsumsi flavonoid yang cukup diketahui dapat membantu menjaga kepadatan tulang, terutama jika dikombinasikan dengan asupan kalsium dari susu, yoghurt, atau sumber lainnya.
Dengan pola makan seimbang, biji anggur bisa menjadi pelengkap nutrisi yang mendukung kesehatan tulang dalam jangka panjang.
6. Membantu Tidur Lebih Berkualitas
Melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun. Produksinya secara alami dipengaruhi oleh pola hidup dan asupan makanan. Biji anggur dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi melatonin, sehingga berpotensi membantu tidur menjadi lebih nyenyak.
Walau begitu, manfaat ini masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut melalui penelitian berskala besar. Mengatur jadwal tidur dan mengurangi konsumsi kafein tetap menjadi faktor utama kualitas tidur.
7. Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker
Kandungan flavonoid dan proantosianidin yang tinggi dalam biji anggur membuatnya sering dikaitkan dengan potensi perlindungan terhadap kanker. Antioksidan ini bekerja dengan membantu menghambat kerusakan sel akibat stres oksidatif.