4. Vietnam – Tet, Tahun Baru Penuh Nilai Keluarga
Vietnam merayakan Tahun Baru melalui Tet Nguyen Dan, yang waktunya hampir bersamaan dengan Imlek. Tet menjadi momen paling sakral bagi masyarakat Vietnam.
Saat Tet, warga pulang kampung, berziarah ke makam leluhur, membersihkan rumah, dan memanjatkan doa. Tet bukan hanya awal tahun, tetapi juga simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap keluarga.
5. India – Tahun Baru Berbeda di Setiap Wilayah
India dikenal memiliki banyak versi Tahun Baru. Secara nasional, kalender Saka menetapkan Tahun Baru pada 22 Maret, namun di berbagai daerah tanggalnya bisa berbeda.
Di Kerala ada Vishu, di wilayah selatan ada Ugadi, sementara daerah lain merayakannya pada April. Setiap perayaan memiliki ritual, makanan khas, dan makna spiritual yang mencerminkan budaya lokal masing-masing.6. Thailand – Songkran, Tahun Baru Penuh Air dan Makna
Thailand merayakan Tahun Baru melalui festival Songkran setiap 13–15 April. Tradisi saling menyiram air menjadi ciri khas perayaan ini.
Air melambangkan penyucian diri dari hal-hal buruk di masa lalu. Selain itu, masyarakat Thailand juga mengunjungi kuil dan menghormati orang tua sebagai bentuk rasa syukur dan awal kehidupan yang baru.
Dari Arab Saudi hingga Thailand, satu hal menjadi jelas bahwa Tahun Baru tidak selalu ditentukan oleh kalender Masehi. Setiap negara memiliki cara sendiri dalam memaknai pergantian waktu, sesuai dengan nilai budaya dan kepercayaannya.
Mengenal tradisi Tahun Baru dari berbagai negara bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga mengajarkan kita untuk menghargai keberagaman budaya dunia. Pergantian tahun, di mana pun dirayakan, pada akhirnya tetap bermakna sebagai momentum harapan dan perbaikan diri.