Gol kedua Senegal lahir pada menit ke-56 melalui Ismaila Sarr. Gol ini berawal dari kerja keras Lamine Camara yang merebut bola di area pertahanan Irak.Camara kemudian menggiring bola hingga ke sisi dekat garis akhir sebelum mengirim umpan silang mendatar ke depan gawang. Sarr yang berada di posisi tepat tinggal menyambar bola ke gawang kosong.
Gol tersebut menjadi gol ketiga Sarr di Piala Dunia 2026. Senegal pun semakin percaya diri setelah unggul 2-0.
Tidak lama setelah gol Sarr, Pape Gueye mulai mencuri perhatian. Pada menit ke-59, ia mencetak gol indah yang membuat Senegal unggul 3-0.
Gueye menerima umpan dari Sarr di dekat sisi kanan kotak penalti. Ia kemudian menggiring bola ke arah tengah sebelum melepaskan tendangan kaki kiri melengkung.
Bola meluncur deras ke sudut atas gawang dan tidak mampu dijangkau kiper Irak, Ahmed Basil. Gol tersebut menjadi salah satu momen terbaik dalam pertandingan ini.
Keunggulan tiga gol membuat Senegal semakin nyaman mengontrol laga. Sementara Irak terlihat semakin kehilangan energi untuk mengejar ketertinggalan.Pape Gueye belum selesai. Pada menit ke-71, ia kembali mencetak gol spektakuler untuk membawa Senegal unggul 4-0.
Kali ini, Gueye menyambut umpan Iliman Ndiaye dengan tendangan setengah voli keras. Bola melesat cepat ke gawang Irak dan membuat Ahmed Basil hampir tidak memiliki waktu untuk bereaksi.
Dua gol dari jarak jauh tersebut membuat Gueye menjadi sorotan utama. Kontribusinya bukan hanya memperbesar keunggulan Senegal, tetapi juga sangat penting untuk memperbaiki selisih gol timnya.
Dalam persaingan menuju babak 32 besar, selisih gol bisa menjadi faktor penentu. Karena itu, setiap gol yang dicetak Senegal memiliki arti besar.
Senegal akhirnya menutup pesta gol pada menit ke-82. Iliman Ndiaye mencetak gol kelima Lions of Teranga melalui tembakan jarak jauh.