JAMBI, MATAJAMBI.COM – Kabupaten Merangin resmi menjadi tuan rumah Pekan Kebudayaan Daerah Jambi Elok Nian 2026.
Kegiatan ini digelar di Lapangan Taman Mini Melayu Provinsi Jambi atau Arena Eks STQ, tepatnya di Anjungan Rumah Adat Kabupaten Merangin, pada Jumat malam, 26 Juni 2026.
Mengusung tema “Menjemput Tuah, Menjaga Marwah Adat Merangin”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Provinsi Jambi.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, perwakilan Kejaksaan Tinggi Jambi, Korem 042/Garuda Putih, para kepala daerah se-Provinsi Jambi, anggota DPRD Provinsi Jambi, jajaran Forkopimda Merangin, serta tamu undangan lainnya.
Bupati M. Syukur mengatakan bahwa penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah merupakan program inisiasi Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi yang dilaksanakan secara bergiliran di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan besar untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap adat istiadat dan budaya daerah yang menjadi identitas masyarakat Jambi.
“Event ini dilaksanakan untuk menjaga persatuan, mencintai adat istiadat, dan melestarikan budaya. Setiap kabupaten dan kota mendapat kesempatan secara bergiliran menjadi penyelenggara,” ujar M. Syukur.
Bupati Merangin mengaku bersyukur daerah yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini. Ia menjelaskan bahwa tema “Menjemput Tuah, Menjaga Marwah Adat Merangin” memiliki makna filosofis yang mendalam.
Menurutnya, “menjemput tuah” mencerminkan upaya menggali potensi serta kearifan lokal sebagai sumber keberkahan bagi masyarakat dan daerah. Sementara “menjaga marwah adat” merupakan komitmen untuk mempertahankan nilai-nilai luhur warisan leluhur agar tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.
“Menjemput tuah berarti menggali potensi dan kearifan lokal sebagai sumber keberkahan. Sedangkan menjaga marwah merupakan komitmen untuk merawat nilai-nilai luhur warisan leluhur agar tetap lestari di tengah perubahan zaman,” jelasnya.
Di tengah derasnya arus globalisasi, M. Syukur juga mengajak generasi muda untuk terus mencintai budaya lokal dan menjadikannya sebagai identitas serta kebanggaan daerah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan pariwisata. Terlebih lagi, keberadaan Kabupaten Merangin sebagai bagian dari Jambi UNESCO Global Geopark menjadi modal penting untuk memperkuat citra daerah di tingkat nasional maupun internasional.