Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga menyoroti masih adanya kegiatan perangkat daerah yang dinilai belum memiliki keterkaitan langsung dengan 11 program prioritas Kota Jambi Bahagia.
Ia meminta seluruh OPD melakukan evaluasi menyeluruh agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Lihat kebutuhan masyarakat. Jangan sampai setiap persoalan kecil harus selalu ditangani langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Roda pemerintahan harus bergerak bersama karena kita masih memiliki waktu empat tahun ke depan untuk membangun Kota Jambi,” ucapnya.
Selain memberikan evaluasi kepada OPD, Maulana juga mengapresiasi kerja para camat, lurah, tenaga pendidik, serta seluruh ASN yang selama ini telah bekerja optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung kemajuan daerah.
Tak hanya soal kinerja, Wali Kota Jambi juga mengingatkan pentingnya menjaga etika serta disiplin penggunaan media sosial selama jam kerja.
Ia menegaskan ASN tidak diperbolehkan melakukan siaran langsung atau membuat konten yang tidak sesuai etika saat mengenakan pakaian dinas, kecuali konten yang berkaitan dengan sosialisasi program pembangunan dan pelayanan publik.
“Tidak boleh live saat jam kerja menggunakan pakaian dinas, kecuali untuk menyampaikan pesan pembangunan atau kegiatan pelayanan yang memang menjadi bagian dari tugas,” tegasnya.
Ketegasan Wali Kota Maulana ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam mewujudkan ASN yang responsif, profesional, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, dan berkualitas.
Dengan peningkatan disiplin dan kinerja aparatur, Pemerintah Kota Jambi berharap seluruh program pembangunan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kota Jambi dan kesejahteraan masyarakat.