Menurutnya, status tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk memperoleh program pembangunan dan investasi dari pemerintah pusat sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Tak hanya itu, Pemprov Jambi juga tengah mengusulkan peningkatan status Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional guna mendukung kebutuhan transportasi masyarakat, termasuk mahasiswa asing dan jamaah umrah yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.
Bupati Bungo: Bandara Ini Milik Masyarakat Wilayah Barat Jambi
Sementara itu, Bupati Bungo, Dedi Putra, menyebut penerbangan perdana Batik Air menjadi momentum penting bagi kemajuan daerah.
Ia mengenang perjuangan panjang dalam penyediaan lahan bandara seluas 360 hektare yang dimulai sejak masa kepemimpinan mantan Bupati Bungo dua periode, Zulfikar Ahmad.
“Alhamdulillah, apa yang dulu diperjuangkan kini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dedi menjelaskan bahwa Bandara Muara Bungo memiliki posisi strategis karena melayani kebutuhan transportasi udara bagi sejumlah daerah di Jambi maupun Sumatera Barat.
Menurutnya, bandara tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Bungo, tetapi juga menjadi pintu gerbang transportasi udara bagi wilayah Merangin, Tebo, Kerinci, Sungai Penuh hingga Kabupaten Dhamasraya.
“Kehadiran Batik Air akan mempercepat mobilitas masyarakat, mendorong investasi, dan membuka peluang ekonomi baru bagi wilayah barat Jambi,” katanya.
Kemenhub Apresiasi Pembukaan Rute Baru
Perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Endah Purnama Sari, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah daerah dan pihak maskapai yang berhasil mewujudkan pembukaan rute Jakarta–Muara Bungo.
Menurutnya, rute baru tersebut akan memperkuat konektivitas nasional sekaligus mendukung sektor perdagangan, investasi, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.