Metronews

Upacara Hari Lahir Pancasila di Batang Hari, Bupati Fadhil Ingatkan Pancasila Bukan Sekadar Hafalan

0

0

matajambi |

Senin, 01 Jun 2026 20:21 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Fadhil Arief Ajak Generasi Muda Batang Hari Hidupkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

BATANGHARI,  MATAJAMBI.COM - Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Batang Hari berlangsung khidmat di Lapangan Garuda, Alun-alun Kabupaten Batang Hari, Senin 1 Juni 2026. Upacara tersebut menjadi momentum bagi Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief untuk mengajak generasi muda menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, bukan hanya hafalan atau simbol kenegaraan.

Sejak pagi, Lapangan Garuda dipadati peserta upacara dari berbagai unsur. Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari hadir bersama personel TNI, Polri, pelajar, dan elemen masyarakat lainnya. Meski bertepatan dengan hari libur nasional, peserta tetap mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Para peserta tampak berbaris rapi mengenakan seragam masing-masing. Suasana khidmat terasa sepanjang pelaksanaan upacara, mulai dari awal kegiatan hingga pembacaan amanat dan doa bersama.

Dalam amanat yang dibacakannya, Fadhil menyampaikan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun bangsa Indonesia. Di tengah keberagaman ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, budaya, bahasa, dan agama, Pancasila telah terbukti menjadi perekat yang menjaga Indonesia tetap utuh.

“Pancasila juga menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi yang semakin pesat hingga dinamika geopolitik dunia yang terus berubah,” ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, perkembangan zaman menuntut bangsa Indonesia memiliki pegangan moral yang kuat. Kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, dan perubahan situasi dunia tidak boleh membuat masyarakat kehilangan arah kebangsaan.

Ia menegaskan, Pancasila harus terus dijadikan pedoman dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan membangun kehidupan sosial yang adil. Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam sikap nyata, bukan sekadar diucapkan dalam seremoni.

Fadhil juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam percaturan dunia internasional. Sebagai bangsa besar, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tegasnya.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila menjadi dasar penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Semangat musyawarah dan mufakat dapat menjadi kekuatan diplomasi untuk menjembatani perbedaan serta mendorong terciptanya perdamaian.

Fadhil menyampaikan, kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas global telah terlihat melalui berbagai langkah nyata. Di antaranya pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER