Petugas kemudian mengamankan koper, tas, serta uang mainan tersebut. Unit Reskrim Polsek Maro Sebo Ulu juga segera menghubungi pihak keluarga untuk memberitahukan kondisi Herman yang masih tidak sadarkan diri.Pihak keluarga tiba di Puskesmas Sungai Rengas sekitar pukul 14.30 WIB. Karena kondisi Herman belum sadar dan diduga mengalami gejala stroke, pihak puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit Hamba Muara Bulian untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kapolsek Maro Sebo Ulu menegaskan, kabar yang sempat viral di media sosial mengenai dugaan penemuan uang palsu di Sungai Rengas tidak sepenuhnya benar.
Menurut AKP Gegar, uang yang ditemukan memang menyerupai pecahan rupiah, namun dapat dipastikan sebagai uang mainan karena terdapat tulisan yang jelas pada setiap lembar uang tersebut.
“Kami tegaskan bahwa uang yang sempat diduga palsu itu bukan uang palsu, melainkan uang mainan. Setiap lembarnya bertuliskan UANG MAINAN,” jelasnya.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan bahwa pria pembawa uang mainan tersebut merupakan korban penipuan. Dugaan sementara, pria tersebut kemungkinan menjadi korban penipuan dari Jawa dan sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Kabupaten Muara Bungo.
Meski demikian, pihak kepolisian masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul uang mainan tersebut serta kemungkinan modus di balik kepemilikannya.Kapolsek telah memerintahkan Unit Reskrim Polsek Maro Sebo Ulu untuk mendalami kasus ini dan memeriksa pihak terkait setelah kondisi pria tersebut memungkinkan untuk dimintai keterangan.
AKP Gegar juga meminta masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
Ia menegaskan, kepolisian akan terus memberikan informasi yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak salah mengartikan kejadian ini. Uang tersebut bukan uang palsu, melainkan uang mainan. Kami juga meminta Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan informasi yang benar kepada warga agar tidak terjadi kegaduhan,” pungkasnya.