Beberapa teh herbal seperti jahe, goldenseal, dan ginkgo biloba diketahui dapat memengaruhi efektivitas obat GERD dan asam lambung.Selain meningkatkan risiko pendarahan, beberapa teh tersebut juga bisa merangsang produksi asam lambung sehingga gejala maag dan refluks asam semakin memburuk.
Akibatnya, obat lambung yang dikonsumsi menjadi kurang bekerja optimal.
Tidak hanya obat lambung, pil KB dan obat alergi juga disebut dapat berinteraksi dengan beberapa jenis teh herbal.
Teh yang mengandung St. John’s wort dan black cohosh misalnya, diketahui dapat mengurangi efektivitas pil kontrasepsi dan obat alergi seperti fexofenadine.
Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian karena dapat menurunkan perlindungan pil KB dan membuat pengobatan alergi menjadi kurang efektif.
Meski demikian, bukan berarti masyarakat harus berhenti minum teh sepenuhnya. Para ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah sederhana agar risiko interaksi dapat diminimalkan.Salah satunya adalah selalu meminum obat menggunakan air putih, bukan teh atau minuman herbal lainnya.
Selain itu, beri jeda minimal satu jam antara waktu minum obat dan konsumsi teh agar penyerapan obat tidak terganggu.
Masyarakat juga dianjurkan untuk memberitahu dokter atau apoteker mengenai teh herbal yang rutin dikonsumsi setiap hari, terutama jika sedang menjalani pengobatan tertentu.
Bagi orang yang mengonsumsi obat flu atau obat berkafein, memilih teh tanpa kafein juga bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Para pakar menegaskan bahwa produk herbal dan minuman alami tetap memiliki kandungan aktif yang dapat memengaruhi tubuh, termasuk cara kerja obat.