MERANGIN, MATA JAMBI.COM – Tradisi Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Tigo kembali digelar di Desa Bukit Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Minggu 15 Februari 2026.
Kegiatan adat tahunan yang dilaksanakan menjelang Bulan Suci Ramadan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Merangin, M. Syukur.
Sebanyak 75 ekor kerbau dari berbagai desa di Kecamatan Pangkalan Jambu dipotong secara serentak. Dagingnya kemudian dibagikan dan dinikmati bersama masyarakat sebagai simbol kebersamaan sekaligus bekal sahur pertama Ramadan.
Tradisi Mantai Kerbau Basamo, Warisan Adat Masyarakat Merangin
Tradisi Mantai Kerbau Basamo merupakan warisan leluhur masyarakat Pangkalan Jambu yang sarat nilai filosofi, budaya, dan religius.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan simbol persatuan dan kekompakan masyarakat.
“Adat Mantai ini adalah pusaka leluhur. Melalui adat inilah kita diajarkan hidup rukun dan sepakat, sebagaimana pepatah ‘Bulat air di pembuluh, bulat kata di mufakat’. Ini adalah lambang kekompakan masyarakat kita,” ujar M. Syukur.
Ia juga menekankan pentingnya falsafah Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah sebagai landasan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Merangin.
Menurutnya, tradisi Mantai Kerbau harus terus dijaga agar tidak “lapuk di hujan, tidak lekang di panas”, sekaligus menjadi pondasi dalam membangun daerah dan menjaga marwah negeri.
Mantai Kerbau Jelang Ramadan Jadi Momentum Kebersamaan
Tradisi Mantai Kerbau menjelang Ramadan di Merangin menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT, kegiatan ini juga memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial.
Bupati Merangin turut mengapresiasi pemerintah desa dan tokoh adat atas suksesnya pelaksanaan acara. Ia juga menyampaikan terima kasih atas penghormatan berupa satu ekor kerbau yang diberikan kepada pemerintah daerah.