BANGKO, MATAJAMBI.COM – Pemerintah Kabupaten Merangin kembali menggulirkan program unggulan perlengkapan sekolah gratis bagi pelajar kurang mampu. Setelah sebelumnya menyasar Kecamatan Sungai Manau dan Tabir, kali ini bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Merangin M. Syukur di SDN 189 Desa Pinang Merah, Kecamatan Pamenang Barat, Sabtu 14 Februari 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Merangin Misrinaldi, Kepala BPKAD Mashuri, Kepala Dinas Kominfo Ahmad Khoirudin, serta dua anggota DPRD Merangin dari Daerah Pemilihan III, Helmi (Nasdem) dan Nanta (Demokrat).
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Misrinaldi menyampaikan bahwa total 329 siswa di wilayah Pamenang menjadi penerima manfaat program ini. Rinciannya, 209 siswa tingkat Sekolah Dasar dan 120 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama.
“Seluruh perlengkapan sekolah sudah didistribusikan kepada siswa penerima. Hari ini kita melaksanakan penyerahan secara simbolis sebagai tanda dimulainya program di wilayah Pamenang,” jelas Misrinaldi.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Bupati dan Wakil Bupati Merangin dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Program ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk mendukung keberlangsungan pendidikan sekaligus mencerdaskan generasi Merangin,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menekankan agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan mengutamakan siswa yang paling membutuhkan. Ia mengakui adanya aspirasi masyarakat terkait pemerataan bantuan dan meminta pihak sekolah lebih selektif dalam menentukan prioritas penerima.Selain menyoroti program bantuan, Bupati juga mengingatkan pentingnya profesionalisme guru dan kepala sekolah dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan agar persoalan pribadi tidak dibawa ke lingkungan pendidikan.
“Jangan sampai masalah pribadi orang dewasa berdampak pada anak-anak. Jangan karena tidak suka dengan orang tuanya, anaknya jadi tidak diperhatikan. Saya tidak ingin itu terjadi,” tegas M. Syukur.
Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tenaga pendidik dan kepala sekolah. Menurutnya, seorang guru tidak hanya dinilai dari kemampuan akademik, tetapi juga kedisiplinan, sikap, dan integritas.
“Guru adalah teladan. Mereka harus menjadi contoh yang baik, baik dari sisi perilaku maupun tanggung jawab,” ujarnya.
Program perlengkapan sekolah gratis ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Usna, siswi kelas VI SDN 149 Pinang Merah, mengaku senang menerima bantuan tersebut.