MATAJAMBI.COM - Banyak orang pernah mengalami kondisi merasa lapar tetapi tidak memiliki selera makan. Meski sering dianggap sepele, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.
Secara medis, rasa lapar merupakan sinyal tubuh bahwa tubuh membutuhkan asupan energi. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, sinyal lapar dapat muncul tanpa diikuti keinginan untuk makan. Jika terjadi berulang atau berlangsung lama, kondisi ini berpotensi menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi.
Para ahli kesehatan menyebutkan, salah satu penyebab umum kondisi ini adalah stres atau tekanan emosional. Stres dapat memengaruhi kerja hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga seseorang merasa lapar tetapi kehilangan selera makan.
Selain faktor psikologis, gangguan asam lambung seperti maag dan gastritis juga sering menjadi penyebab. Rasa perih, mual, dan kembung saat lambung kosong dapat membuat seseorang enggan makan meskipun tubuh membutuhkan energi.
Kondisi ini juga dapat muncul saat seseorang mengalami infeksi seperti flu atau gangguan pencernaan. Ketika tubuh melawan infeksi, sistem imun menghasilkan zat peradangan yang dapat menekan nafsu makan.
Selain gangguan sementara, rasa lapar tanpa selera makan juga dapat menjadi tanda penyakit kronis seperti diabetes, gangguan tiroid, hingga gagal ginjal. Penyakit tersebut dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon yang berperan dalam mengatur nafsu makan.
Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik atau obat gangguan mental, juga diketahui dapat menurunkan selera makan meskipun seseorang tetap merasakan lapar.Jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, tubuh berisiko mengalami kekurangan nutrisi, penurunan berat badan, serta menurunnya daya tahan tubuh. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi konsentrasi dan produktivitas sehari-hari.
Untuk membantu mengembalikan nafsu makan, beberapa langkah dapat dilakukan, seperti mengatur pola makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering, memilih makanan yang mudah dicerna, serta menciptakan suasana makan yang nyaman.
Mengelola stres melalui olahraga ringan dan istirahat yang cukup juga dapat membantu memperbaiki pola makan. Selain itu, penggunaan bahan alami seperti jahe atau daun mint diketahui dapat membantu merangsang nafsu makan.
Para ahli menyarankan agar kondisi ini tidak diabaikan, terutama jika berlangsung lebih dari beberapa minggu atau disertai penurunan berat badan secara drastis. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan menentukan penanganan yang tepat.
Secara umum, lapar tetapi tidak selera makan bukan kondisi berbahaya jika hanya terjadi sementara. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.