MATAJAMBI.COM - Terapi cahaya atau light therapy menjadi salah satu metode pengobatan yang banyak digunakan dalam dunia medis, terutama untuk masalah kulit, gangguan suasana hati, hingga gangguan tidur.
Metode ini bekerja dengan memanfaatkan paparan cahaya tertentu, seperti sinar ultraviolet B pita sempit, ultraviolet A, cahaya merah, cahaya biru, atau cahaya terang dari light box. Meski terdengar sederhana, terapi cahaya tetap harus dilakukan sesuai arahan dokter, terutama jika digunakan untuk penyakit kulit atau kondisi kronis.
Dalam beberapa kasus, terapi cahaya dapat membantu mengurangi gejala, memperbaiki tampilan kulit, meredakan peradangan, hingga membantu mengatur ulang siklus tidur. Namun, efektivitasnya bisa berbeda pada setiap orang, tergantung jenis penyakit, tingkat keparahan, dan respons tubuh terhadap terapi.
Berikut sejumlah kondisi kesehatan yang dapat dibantu dengan terapi cahaya.
1. Vitiligo
Vitiligo adalah kondisi ketika sebagian area kulit kehilangan pigmen sehingga muncul bercak putih. Salah satu pilihan terapi yang dapat digunakan adalah fototerapi.
Pada vitiligo, dokter dapat menggunakan terapi sinar ultraviolet B pita sempit atau narrowband UVB. Terapi ini biasanya dilakukan dengan kotak cahaya, bilik khusus, atau laser yang diarahkan ke area kulit tertentu.
Selain itu, ada pula terapi PUVA, yaitu kombinasi sinar ultraviolet A dengan obat psoralen. Terapi ini bertujuan membantu mengembalikan warna kulit pada sebagian pasien.Meski demikian, PUVA perlu dilakukan dengan pengawasan ketat karena dapat meningkatkan risiko efek samping pada kulit, termasuk risiko kanker kulit jika digunakan dalam jangka panjang.
2. Psoriasis
Terapi cahaya juga sering digunakan untuk membantu mengobati psoriasis, termasuk psoriasis plak, psoriasis pada telapak tangan dan kaki, kuku, hingga kulit kepala.
Pada psoriasis, sinar narrowband UVB dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat. Terapi ini juga dapat menenangkan respons imun yang berlebihan, mengurangi peradangan, serta meredakan gatal.
Selain narrowband UVB, dokter juga dapat mempertimbangkan terapi PUVA untuk kondisi tertentu. Pada terapi ini, pasien bisa mengonsumsi psoralen dalam bentuk obat atau berendam dalam larutan tertentu sebelum mendapat paparan sinar UVA.
3. Skleroderma
Skleroderma adalah kondisi ketika kulit menjadi menebal dan mengeras. Jika pengerasan kulit terjadi lebih dalam atau cukup luas, dokter dapat mempertimbangkan fototerapi UVA-1.