Menurutnya, forum seperti ini harus mampu menghasilkan rekomendasi dan tindak lanjut yang jelas agar konsep infrastruktur ramah gajah tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat diwujudkan dalam proyek prioritas.“Workshop ini sangat penting karena membahas infrastruktur ramah gajah mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi. Ke depan, proyek infrastruktur harus ramah satwa. Saya berharap forum ini memiliki tindak lanjut yang jelas dan mampu menghasilkan proyek prioritas infrastruktur ramah gajah,” ujar Rahmad Marzuki.
Melalui workshop ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pemerhati lingkungan.
Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk memastikan pembangunan infrastruktur transportasi tidak mengabaikan kelestarian ekosistem.
Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam menerjemahkan konsep pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan teknis di lapangan, terutama pada proyek-proyek yang berpotensi bersinggungan dengan kawasan hutan atau habitat satwa liar.
Pembangunan infrastruktur transportasi menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.Namun, pembangunan tersebut juga perlu memperhatikan keseimbangan lingkungan. Infrastruktur yang baik tidak hanya memudahkan mobilitas manusia, tetapi juga tetap memberi ruang bagi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan satwa liar.
Dengan adanya workshop infrastruktur transportasi linier ramah gajah ini, Dinas PUTR Provinsi Jambi berharap wawasan dan arah kebijakan pembangunan ke depan dapat semakin memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Forum tersebut menjadi langkah penting untuk mendorong pembangunan jalan dan transportasi yang lebih aman, ramah lingkungan, serta berpihak pada kelestarian satwa liar di Indonesia.