MATAJAMBI.COM - Brasil memastikan langkah ke babak sistem gugur Piala Dunia 2026 dengan cara meyakinkan. Tim Samba tampil dominan saat menghajar Skotlandia 3-0 pada laga terakhir Grup C, Rabu 25 Juni 2026.
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena Vinicius Junior kembali menjadi bintang utama. Penyerang Real Madrid itu mencetak dua gol dan melanjutkan performa tajamnya sepanjang turnamen.
Selain itu, laga ini juga menjadi momen penting bagi Neymar yang akhirnya kembali mengenakan seragam Brasil setelah tiga tahun absen.
Bermain di Stadion Miami yang dipadati 64.478 penonton, Brasil tampil penuh percaya diri sejak menit awal. Tim asuhan Carlo Ancelotti menyelesaikan fase grup sebagai pemuncak klasemen Grup C dengan tujuh poin.
Sementara itu, Maroko mendampingi Brasil ke fase gugur setelah mengalahkan Haiti dengan skor 4-2. Hasil tersebut membuat persaingan Grup C berakhir dengan Brasil sebagai tim paling solid.
Brasil tidak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika kesalahan lini belakang Skotlandia langsung dimanfaatkan dengan sempurna oleh para pemain Selecao.
Scott McKenna gagal menghalau bola dengan bersih. Situasi itu membuat Rayan mendapatkan kesempatan untuk mengirim bola kepada Vinicius Junior yang berdiri bebas tanpa pengawalan.Saat kiper Angus Gunn mencoba keluar dari sarangnya untuk menutup ruang, Vinicius tampil tenang. Ia hanya membutuhkan satu sentuhan untuk melewati sang penjaga gawang sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.
Gol cepat itu langsung membuat pendukung Brasil yang memenuhi stadion bergemuruh. Sejak saat itu, Brasil semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.
Pelatih Skotlandia, Stephen Clarke, sebelumnya sudah memperkirakan Brasil akan tampil agresif sejak awal. Prediksi itu terbukti benar. Brasil terus menekan dan tidak memberi banyak ruang bagi Skotlandia untuk mengembangkan permainan.
Skotlandia beberapa kali mencoba memanfaatkan bola mati sebagai peluang. Namun, pertahanan Brasil tampil disiplin dan mampu membaca setiap ancaman yang datang.
Brasil sebenarnya sempat mencetak gol kedua sebelum jeda hidrasi pertama. Vinicius berhasil merebut bola dari Jack Hendry dan mengirimnya ke gawang. Namun, setelah pemeriksaan VAR, wasit membatalkan gol tersebut karena lebih dulu terjadi pelanggaran.