Tanpa membuang kesempatan, penyerang Manchester City tersebut merebut bola dan dengan mudah menceploskannya ke gawang kosong.
Gol kedua Haaland tersebut menjadi titik balik pertandingan sekaligus membuat Norwegia kembali unggul 2-1 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Irak tetap bermain berani. Mereka beberapa kali mampu menguasai permainan dan menciptakan peluang yang cukup berbahaya.
Namun perbedaan kualitas penyelesaian akhir menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim.
Norwegia tampil lebih efektif setiap kali mendapatkan kesempatan menyerang. Tim asuhan Stale Solbakken juga terlihat lebih tenang dalam mengelola ritme permainan.
Ketika Irak berusaha mencari gol penyama kedudukan, Norwegia justru berhasil menambah keunggulan melalui skema bola mati.
Pada menit ke-76, sepak pojok yang dikirim ke dalam kotak penalti berhasil dimanfaatkan Leo Ostigard. Bek yang masuk sebagai pemain pengganti itu memenangkan duel udara sebelum menanduk bola ke dalam gawang Irak.Gol tersebut membuat Norwegia menjauh dengan skor 3-1.
Irak yang tertinggal dua gol terus berupaya memperkecil ketertinggalan. Namun hingga memasuki masa injury time, berbagai peluang yang mereka miliki belum mampu menghasilkan gol tambahan.
Alih-alih mencetak gol, Irak justru kembali kebobolan pada menit ke-90+6.
Berawal dari serangan terakhir Norwegia, bola yang mengarah ke kotak penalti sempat menciptakan kemelut di depan gawang. Dalam situasi tersebut, bola akhirnya masuk ke gawang sendiri setelah mengenai pemain bertahan Irak.
Gol bunuh diri itu sekaligus menutup pesta kemenangan Norwegia dengan skor telak 4-1.