Metronews

DPRD Kota Jambi Desak Bank Jambi Segera Pulihkan Layanan ATM dan Mobile Banking, ASN Keluhkan Sulit Akses Gaji

0

0

matajambi |

Jumat, 06 Mar 2026 12:48 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly - (IST)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBI, MATAJAMBI.COM – Gangguan layanan digital yang kembali terjadi pada Bank Jambi memicu keresahan di kalangan nasabah, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi. Kendala pada layanan ATM dan mobile banking membuat aktivitas transaksi perbankan terganggu, mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan hingga pencairan gaji.

Keluhan nasabah bahkan telah disampaikan secara resmi kepada Ketua DPRD Kota Jambi. Mereka mengaku harus datang langsung ke kantor cabang untuk melakukan berbagai transaksi yang seharusnya dapat dilakukan secara digital.

Akibatnya, antrean panjang di sejumlah kantor cabang Bank Jambi tidak dapat dihindari. Beberapa ASN juga mengaku terpaksa meninggalkan aktivitas pekerjaan demi mengurus kebutuhan perbankan yang mendesak.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, meminta manajemen Bank Jambi segera mengambil langkah konkret guna mempercepat pemulihan layanan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Kami meminta pihak Bank Jambi untuk berkoordinasi secara intensif dengan seluruh regulator, khususnya Bank Indonesia, agar proses pemulihan operasional ATM dan layanan digital dapat segera dilakukan sehingga kenyamanan nasabah kembali terjaga," ujarnya.

Selain percepatan pemulihan sistem, DPRD Kota Jambi juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan penanganan gangguan layanan tersebut.

Menurut Faried, transparansi menjadi hal penting agar nasabah mendapatkan kepastian mengenai kondisi sistem perbankan yang sedang berlangsung.

DPRD juga mendorong Bank Jambi untuk menerapkan langkah-langkah pelayanan tambahan guna mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat, terutama pada masa pencairan gaji ASN.

Salah satu solusi yang disarankan adalah menambah jumlah teller maupun petugas layanan di kantor cabang dan instansi pemerintah daerah guna membantu proses transaksi secara langsung.

"Jika diperlukan, pihak bank bisa melakukan langkah jemput bola dengan menambah teller maupun layanan khusus di OPD sehingga antrean dapat terurai dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," kata Faried.

Gangguan layanan yang terjadi saat ini bukan kali pertama dialami Bank Jambi. Sebelumnya, pada 22 Februari 2026, layanan ATM dan mobile banking juga sempat mengalami gangguan cukup serius.

Saat itu, gangguan diduga dipicu oleh serangan siber yang menyebabkan sistem perbankan tidak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, ribuan nasabah kesulitan mengakses layanan keuangan mereka.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER