Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris turut menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta upacara yang telah mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.Sementara itu, dalam pidato tertulis Kepala BPIP RI yang dibacakan Danrem 042/Garuda Putih, disampaikan bahwa 1 Juni merupakan momentum refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan bangsa.
“Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ucap Danrem saat membacakan naskah pidato.
Dalam amanat tersebut, Pancasila disebut tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk disrupsi teknologi, perubahan sosial, dan dinamika geopolitik dunia. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, Pancasila menjadi pijakan moral untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan etnis, serta beragam agama, budaya, dan bahasa.
Pancasila juga dipandang sebagai fondasi penting dalam memperkuat peran Indonesia di dunia internasional. Sebagai bangsa yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut mewujudkan perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut menjadi instrumen diplomasi yang relevan untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” demikian isi pidato BPIP yang dibacakan Danrem.
Dalam pidato tersebut juga disampaikan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia menjadi bukti nyata pengamalan nilai Pancasila. Keikutsertaan pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa dan peran Indonesia dalam berbagai upaya mediasi regional mencerminkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.Danrem juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol, slogan, atau hafalan semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Selain itu, para kepala daerah juga diingatkan agar setiap kebijakan publik selalu berlandaskan keadilan sosial. Pembangunan harus memastikan masyarakat kecil tetap mendapat perhatian dan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses kemajuan daerah maupun bangsa.
Dalam penutup amanat, seluruh elemen bangsa diajak memperkuat komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” pungkas Danrem.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Gubernur Jambi turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., unsur Forkopimda Provinsi Jambi, TNI dan Polri, kepala OPD, ASN, organisasi masyarakat, serta perwakilan pelajar.