Kesehatan

Terlalu Banyak Gula Bisa Membebani Hati, Ini Bahayanya bagi Tubuh

0

0

matajambi |

Minggu, 31 Mei 2026 10:01 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Terlalu Banyak Gula Bisa Membebani Hati, Ini Bahayanya bagi Tubuh - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung
Banyak orang merasa tidak terlalu banyak makan makanan manis, tetapi lupa bahwa gula juga sering masuk dari minuman. Minuman manis menjadi salah satu sumber gula tambahan yang paling mudah dikonsumsi dalam jumlah besar.

Soda, teh manis, kopi susu dengan sirup, minuman boba, minuman energi, minuman olahraga, jus buah kemasan, dan smoothie botolan bisa mengandung gula cukup tinggi. Masalahnya, gula dalam minuman lebih cepat masuk ke tubuh dan tidak selalu membuat kenyang.

Seseorang bisa minum satu gelas minuman manis tinggi kalori, tetapi tetap makan dalam porsi normal setelahnya. Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, asupan kalori dan gula tambahan bisa meningkat tanpa disadari.

Kondisi ini dapat memicu kenaikan berat badan, gangguan metabolisme, dan peningkatan risiko penumpukan lemak di hati. Karena itu, mengurangi minuman manis bisa menjadi salah satu langkah paling sederhana untuk menjaga kesehatan hati.

Penyakit hati berlemak terjadi ketika terlalu banyak lemak menumpuk di dalam sel hati. Pada tahap awal, kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak orang baru mengetahuinya setelah menjalani pemeriksaan darah, USG, atau pemeriksaan kesehatan rutin.

Penyakit hati berlemak dapat berkaitan dengan pola makan tinggi gula, kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, kadar trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi, dan kurang aktivitas fisik. Jika tidak dikendalikan, penumpukan lemak di hati dapat berkembang menjadi peradangan.

Peradangan yang berlangsung lama dapat merusak jaringan hati. Dalam kondisi yang lebih serius, gangguan ini bisa meningkatkan risiko kerusakan hati yang lebih berat. Karena itu, menjaga pola makan sejak dini penting dilakukan, terutama dengan membatasi asupan gula tambahan.

Terlalu banyak gula tambahan tidak hanya berdampak pada hati. Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Gula dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi karena bakteri di dalam mulut menggunakan gula sebagai makanan. Bakteri tersebut kemudian menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi.

Makanan dan minuman tinggi gula juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Setelah naik dengan cepat, gula darah bisa turun kembali dan membuat tubuh terasa lemas, mudah lapar, atau ingin kembali mengonsumsi makanan manis.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi sinyal lapar dan rasa puas di otak. Makanan manis sering memberi sensasi menyenangkan, sehingga sebagian orang menjadi lebih sulit mengontrol keinginan untuk mengonsumsinya.

Gula tambahan juga menyumbang kalori tanpa banyak nutrisi penting. Jika dikonsumsi terlalu sering dan tidak diimbangi aktivitas fisik, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Sumber :

1 2 3 4

# TAGS

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER