Ia menilai peningkatan jumlah kasus tersebut harus menjadi perhatian bersama. Namun demikian, meningkatnya angka temuan juga dipengaruhi semakin aktifnya kegiatan skrining dan penjangkauan terhadap kelompok berisiko.Maulana menegaskan, hal terpenting saat ini adalah memastikan pasien segera mendapatkan intervensi, pengobatan, serta edukasi pencegahan agar penyebaran HIV/AIDS dapat ditekan.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, termasuk anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS.
“Mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk hidup sehat, mendapatkan pelayanan, serta perlakuan yang manusiawi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kanti Sehati Sejati, David Chandra Harwindo, mengatakan MRAN ke-35 bertujuan membangun kesadaran publik, memperkuat empati, serta meningkatkan solidaritas sosial terhadap ODHA.
Ia menegaskan bahwa HIV bukan akhir dari kehidupan. Menurutnya, ODHA tetap memiliki hak untuk hidup, berkarya, berkeluarga, dan menjalani aktivitas seperti masyarakat pada umumnya.
David juga menyampaikan bahwa tantangan bersama saat ini adalah memutus rantai penyebaran HIV/AIDS sekaligus menghapus stigma negatif di tengah masyarakat.Ia menjelaskan, Yayasan Kanti Sehati Sejati merupakan kelompok dukungan sebaya yang telah berdiri di Jambi sejak 17 Agustus 2007 dan terus aktif bergerak dalam penanggulangan HIV/AIDS, IMS, serta Hepatitis C dengan pendekatan kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Kegiatan MRAN 2026 turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Kreasi Nusantara oleh Mamora Dance, doa bersama, sesi renungan, hingga prosesi penyalaan lilin sebagai simbol harapan dan dukungan bagi ODHA.
Acara tersebut juga dihadiri Program Koordinator RSSH AIDS TBC Malaria Provinsi Jambi Didi Sunaryadi, SKM, M.Kes, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Biro Kesra Provinsi Jambi, BNN Provinsi dan Kota Jambi, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, AP., M.PCGLAE, unsur rumah sakit, puskesmas se-Kota Jambi, organisasi sosial, perguruan tinggi, komunitas peduli HIV/AIDS, serta para tamu undangan lainnya.