MATAJAMBI.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berseragam polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah aksinya merokok saat berkendara viral di internet.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @matabukanasbak, pria tersebut terlihat mengendarai mobil sedan hitam bernomor polisi DA 1079 NG sambil merokok di jalan raya. Tidak hanya itu, ia juga tampak tidak mengenakan sabuk pengaman atau seat belt saat mengemudi.
Aksi tersebut menuai sorotan publik lantaran dinilai melanggar aturan lalu lintas dan memberikan contoh buruk kepada masyarakat, terlebih karena dilakukan oleh seorang aparat penegak hukum.
Video viral itu memperlihatkan seorang pengendara motor menegur pria berseragam polisi tersebut karena merokok saat berkendara. Namun alih-alih menghentikan tindakannya, pria itu justru terlihat membalas dengan merekam pengendara motor tersebut menggunakan ponselnya.
“Polisi ngerokok, dipatahin rokoknya,” ujar pengendara motor dalam video yang beredar pada Selasa, 5 Mei 2026.
Pria tersebut kemudian membuka kaca mobil dan menjawab singkat sambil tetap merekam balik pengendara motor. “Iya saya ngerokok,” ucapnya.
Video itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam komentar dari netizen. Banyak warganet menyayangkan sikap aparat yang dianggap tidak memberi teladan dalam mematuhi aturan lalu lintas.Tak lama setelah video tersebut viral, pria yang identitasnya belum diungkap ke publik itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dalam video klarifikasi yang kembali diunggah akun Instagram @matabukanasbak, ia mengakui kesalahannya karena merokok sambil mengemudi dan tidak memakai seat belt.
“Saya secara pribadi meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas tindakan saya,” ujarnya dalam video klarifikasi.
Ia juga mengakui bahwa perbuatannya telah melanggar aturan keselamatan berkendara. Selain itu, dirinya berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.
Dalam keterangannya, pria tersebut mengaku saat kejadian dirinya sedang dalam kondisi kelelahan akibat aktivitas pekerjaan. Meski begitu, ia menyadari bahwa alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melanggar aturan lalu lintas.
“Saya sadar kondisi pribadi bukan alasan untuk tidak disiplin di jalan. Ke depan saya akan lebih berhati-hati dan menaati aturan saat berkendara,” katanya.