Ia bahkan memberikan apresiasi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai berhasil melakukan penertiban di kawasan belakang Markas Kodim.“Kalau kita tidak disiplin, tentu sulit membangun daerah ini. Saya bersama Wakil Bupati dan para tokoh agama sudah hadir tepat waktu. Karena itu ASN harus menjadi contoh dalam menjaga kedisiplinan,” tegasnya.
Memasuki tahun anggaran 2026 hingga 2027, Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan menghadapi tantangan cukup berat akibat penurunan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp240 miliar.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah melakukan berbagai langkah efisiensi, seperti pembatasan perjalanan dinas, pengurangan kegiatan seremonial, hingga penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Situasi keuangan saat ini memang cukup menantang. Karena itu anggaran yang ada harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Prioritas pembangunan tetap pada infrastruktur jalan, sektor kesehatan, pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan pertanian,” jelasnya.Selain itu, Bupati juga menyinggung jumlah aparatur di lingkungan Pemkab Merangin yang mencapai sekitar 11.000 orang, terdiri dari PNS, PPPK, dan tenaga honorer, yang menurutnya belum sepenuhnya sebanding dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Ke depan, ia berharap setiap kepala OPD mampu menjadi teladan sekaligus penggerak perubahan di lingkungannya, termasuk dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.
“Merangin sedang menuju visi Merangin Baru 2030. Semua itu bergantung pada rasa tanggung jawab dan kepedulian kita bersama. Jika ingin perubahan, maka perencanaan pembangunan harus disusun dengan sebaik mungkin mulai dari sekarang,” pungkasnya.