Ia mengaku, sejak awal pernikahan, sudah terbiasa menemani Onad ke mana pun pergi, tanpa terkecuali.“Saat itu saya ikut karena memang dari dulu ke mana pun dia pergi, saya selalu ikut. Teman-temannya juga tahu,” kata Beby.
Menurutnya, dalam kondisi genting seperti kasus narkoba, kehadirannya justru semakin dibutuhkan.
“Apalagi dalam situasi seperti ini, saya merasa harus ada,” tambahnya.
Beby juga mengungkapkan alasan lain mengapa ia bersikeras tidak meninggalkan Onad saat kasus tersebut mencuat. Ia merasa sang suami tidak cukup kuat untuk menghadapi tekanan sendirian.
“Saya temani dia seharian karena saya merasa dia tidak mandiri,” ujarnya jujur.Onad pun membenarkan hal tersebut. Ia mengaku sempat meminta Beby untuk tidak ikut mengurus semuanya, namun sang istri memilih tetap berada di sisinya.
“Saya sempat bilang biar saya saja yang urus, tapi dia bilang harus ikut,” kata Onad.
Bagi Beby, mendampingi Onad bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk komitmen dalam menghadapi segala kondisi.
“Buat saya, apa pun yang terjadi, saya ingin tetap ada di samping dia. Kalau tidak, dia tidak akan kuat,” pungkas Beby.