Iran akhirnya sempat memecah kebuntuan pada menit ke-25. Mehdi Taremi berhasil menjebol gawang Belgia setelah menerima umpan tendangan bebas mendatar dari Ehsan Hajsafi.Namun, selebrasi Iran tidak berlangsung lama. Wasit kemudian meninjau proses gol melalui VAR. Dari hasil pengecekan, Taremi dinilai berada dalam posisi offside saat menerima bola.
Gol tersebut pun dianulir dan skor tetap 0-0.
Setelah gol Iran dibatalkan, Belgia kembali berupaya mengambil kendali permainan. Youri Tielemans mendapat peluang pada menit ke-43 melalui tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih dapat diblok Beiranvand.
Hingga babak pertama berakhir, skor imbang tanpa gol tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Belgia kembali meningkatkan intensitas serangan. Kevin De Bruyne terus menjadi pusat permainan dengan umpan-umpan yang merepotkan lini belakang Iran.
Rudi Garcia kemudian melakukan sejumlah perubahan untuk menambah daya serang Belgia. Dodi Lukebakio dan Hans Vanaken dimasukkan agar serangan Belgia lebih bervariasi.
Peluang emas Belgia hadir pada menit ke-58. Maxim De Cuyper berada dalam posisi bagus di depan gawang dan mencoba melakukan tap-in. Namun, Beiranvand tampil luar biasa dengan menepis bola menggunakan satu tangan.
Penyelamatan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan. Beiranvand tampil sangat solid sepanjang laga dan beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya Belgia.
Penampilan kiper Iran itu menjadi alasan utama Belgia gagal mencetak gol meski lebih banyak menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang.
Nathan Ngoy Kartu Merah, Belgia Main 10 Pemain
Petaka datang untuk Belgia pada menit ke-66. Nathan Ngoy melakukan pelanggaran terhadap Mehdi Taremi yang berhasil merebut bola dan berpeluang langsung berhadapan dengan Thibaut Courtois.
Ngoy menarik Taremi dari belakang. Wasit Dario Herrera langsung mengeluarkan kartu merah untuk bek Belgia tersebut.