Portugal sebenarnya sempat kembali unggul pada menit ke-54 melalui Joao Cancelo. Namun wasit menganulir gol tersebut setelah tayangan VAR menunjukkan adanya posisi offside dalam proses terjadinya gol.
Sorotan utama kemudian tertuju kepada Cristiano Ronaldo. Kapten Portugal itu menjalani penampilan keenamnya di putaran final Piala Dunia, sebuah rekor yang semakin menegaskan statusnya sebagai legenda sepak bola dunia.
Namun kali ini Ronaldo gagal menjadi pembeda. Pada menit ke-68 dan ke-74, bintang berusia 41 tahun itu memperoleh dua peluang emas setelah menerima umpan matang dari Francisco Conceicao. Sayangnya, kedua kesempatan tersebut gagal berbuah gol karena penyelesaian akhirnya masih melenceng dari sasaran.
Kegagalan Ronaldo mencetak gol langsung menjadi perhatian pecinta sepak bola dunia, terutama setelah Lionel Messi tampil gemilang bersama Argentina pada laga sebelumnya.
Meski Portugal gagal mengamankan kemenangan, Joao Neves tetap menjadi sosok yang paling bersinar dalam pertandingan ini.
FIFA secara resmi menunjuk gelandang Paris Saint-Germain tersebut sebagai Man of the Match berkat kontribusi besarnya sepanjang laga.
Joao Neves mencatatkan akurasi umpan mencapai 98 persen, melakukan 96 sentuhan bola, dan menjadi pemain dengan rating tertinggi dalam pertandingan.Penampilan impresifnya membuat lini tengah Portugal tetap stabil saat menghadapi tekanan dari RD Kongo.
"Ini adalah pertandingan Piala Dunia pertama saya dan tentu saya senang dengan performa yang saya tunjukkan. Namun yang paling penting tetap hasil untuk tim," ujar Neves seusai pertandingan.
Ia juga menegaskan bahwa skuad Portugal masih solid dan siap memperbaiki kekurangan pada laga berikutnya.
"Kami tahu masih ada beberapa hal yang harus ditingkatkan. Fokus kami sekarang adalah meraih kemenangan pada pertandingan selanjutnya," katanya.
Sepanjang babak kedua, Portugal terus menggempur pertahanan lawan melalui berbagai skema serangan.