Memasuki babak kedua, Inggris langsung tampil lebih agresif. Hanya dua menit setelah kick-off, Jude Bellingham berhasil membawa The Three Lions kembali unggul.Menerima umpan lambung dari Elliot Anderson, gelandang Real Madrid itu menggiring bola ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal dihentikan Livakovic.
Gol tersebut membuat Inggris unggul 3-2 pada menit ke-47.
Setelah mencetak gol, Bellingham kembali menjadi motor serangan Inggris. Kroasia dipaksa bertahan menghadapi gelombang serangan yang datang bertubi-tubi.
Declan Rice, Anthony Gordon, hingga Harry Kane bergantian menciptakan peluang berbahaya. Beruntung bagi Kroasia, Dominik Livakovic tampil luar biasa di bawah mistar gawang dengan sejumlah penyelamatan penting.
Ketika Kroasia berusaha mencari gol penyeimbang, Inggris justru berhasil menambah keunggulan pada menit ke-85.
Marcus Rashford yang masuk sebagai pemain pengganti memanfaatkan umpan matang Bukayo Saka dari sisi kanan serangan. Dengan tenang, Rashford mengecoh pemain bertahan Kroasia sebelum melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok kiri bawah gawang.Gol tersebut memastikan Inggris unggul 4-2 dan semakin sulit dikejar lawan.
Di penghujung laga, Kroasia sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan melalui Josko Gvardiol. Namun Harry Kane menunjukkan kontribusi luar biasa dengan melakukan sapuan krusial tepat di depan garis gawang setelah bola melewati Jordan Pickford.
Aksi tersebut sekaligus menutup penampilan gemilang sang kapten yang tidak hanya mencetak dua gol, tetapi juga membantu pertahanan timnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Thomas Tuchel dalam persaingan Grup L Piala Dunia 2026.
Selain mengamankan tiga poin penting, performa menyerang yang ditunjukkan Inggris memperlihatkan kualitas skuad mereka yang dipenuhi pemain bintang di setiap lini.