Hukum

Ngeri! Anak SD Diduga Jadi Korban Oknum Ojol, Sempat Diajak ke Kosan Driver

0

0

matajambi |

Kamis, 23 Apr 2026 07:36 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Viral! Siswi SD di Bandung Diduga Jadi Korban Oknum Ojol, Sempat Diajak ke Kosan Driver - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Kejadian yang mengundang keprihatinan publik kembali terjadi di Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi sekolah dasar dilaporkan mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan layanan ojek online untuk pulang dari sekolah di kawasan Antapani. Kasus ini menjadi viral di media sosial dan memicu kekhawatiran luas, terutama di kalangan orang tua.

Peristiwa ini bermula ketika korban yang masih duduk di bangku kelas 5 SD dipesankan ojek online oleh keluarganya karena tidak ada yang bisa menjemput.

Layanan tersebut sebenarnya sudah sering digunakan oleh korban, bahkan pengemudi yang datang disebut bukan orang asing karena beberapa kali pernah mengantar sebelumnya. Kondisi ini membuat korban tidak menaruh rasa curiga di awal perjalanan.

Namun, situasi mulai berubah ketika perjalanan berlangsung. Korban mengaku mengalami tindakan tidak pantas dari pengemudi yang beberapa kali menyentuh bagian kakinya dengan alasan posisi duduk yang dianggap kurang tepat. Meski merasa tidak nyaman, korban memilih diam karena takut dan belum berani mengungkapkan kejadian tersebut.

Alih-alih langsung menuju alamat tujuan, pengemudi justru mengarahkan kendaraan ke lokasi lain yang bukan rute seharusnya.

Ia bahkan sempat mengajak korban untuk singgah ke tempat tinggalnya di kawasan Bunisari atau Sindangsari dengan alasan hanya sebentar. Ajakan tersebut membuat korban semakin ketakutan, apalagi kondisi lingkungan sekitar yang cukup sepi.

Dalam kondisi panik, korban akhirnya menangis dan berteriak. Reaksi tersebut membuat pengemudi gugup dan membatalkan niatnya, lalu langsung mengantar korban kembali ke rumah. Beruntung, korban tidak sampai dibawa masuk ke dalam kos, sehingga situasi yang lebih buruk berhasil dihindari.

Setibanya di rumah, korban langsung menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang ibu. Dari pengakuan tersebut terungkap bahwa tindakan tidak pantas itu ternyata bukan pertama kali terjadi. Setiap kali mendapatkan pengemudi yang sama, korban mengaku sering mengalami perlakuan serupa, namun selama ini memilih diam karena merasa takut.

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Pengemudi yang bersangkutan berhasil diamankan oleh aparat di wilayah Polsek Antapani pada malam hari tanpa adanya perlawanan. Proses hukum pun mulai berjalan untuk mendalami kasus tersebut lebih lanjut.

Di sisi lain, pihak perusahaan ojek online memberikan respons dengan menonaktifkan akun pengemudi tersebut sebagai langkah awal. Mereka juga menyatakan akan bekerja sama dengan keluarga korban dan pihak berwenang untuk memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik serta memberikan perlindungan kepada korban.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada dalam penggunaan layanan transportasi online bagi anak-anak. Meskipun layanan ini memberikan kemudahan, pengawasan tetap menjadi hal yang sangat diperlukan demi menjamin keselamatan.

Selain itu, kejadian ini juga menyoroti pentingnya edukasi kepada anak agar berani berbicara ketika merasa tidak aman. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar anak tidak menyimpan rasa takut sendirian dan dapat segera melaporkan hal yang dialaminya.

Sumber :

1 2

# TAGS

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER