Metronews

Publik Dibuat Kaget! Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Blak-blakan Ungkap Alasan BBM Non Subsidi Naik Tajam

0

0

matajambi |

Minggu, 19 Apr 2026 07:13 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Harga BBM Nonsubsidi Resmi Naik Mulai 18 April 2026 - (Unsplash/Indira Tjokorda)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi kembali diberlakukan di Indonesia sejak 18 April 2026.

Kebijakan ini dilakukan oleh Pertamina dengan menyesuaikan harga pada beberapa produk tertentu, terutama Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Di tengah kenaikan tersebut, dua jenis BBM lainnya yakni Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap dijual dengan harga lama tanpa perubahan. Keputusan ini menunjukkan adanya strategi khusus untuk menjaga konsumsi energi masyarakat tetap stabil.

Perubahan harga kali ini tergolong signifikan. Pertamax Turbo kini dijual seharga Rp19.400 per liter, meningkat cukup tajam dibandingkan harga sebelumnya di awal April yang berada di Rp13.100 per liter.

Dexlite mengalami lonjakan lebih tinggi dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex juga naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Di sisi lain, Pertamax tetap berada di harga Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 stabil di Rp12.900 per liter. Stabilnya harga kedua produk ini dinilai penting karena menjadi pilihan utama sebagian besar pengguna kendaraan di Indonesia.

Baca Juga:

Pisah Sambut Pejabat Struktural Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Kalapas Tekankan Integritas dan Inovasi

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini mengacu pada kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menetapkan bahwa harga mengikuti mekanisme pasar global.

Faktor utama yang memengaruhi antara lain kenaikan harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak global memang mengalami peningkatan akibat berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, pembatasan produksi oleh negara produsen, serta meningkatnya permintaan energi seiring pemulihan ekonomi global. Kondisi ini secara langsung berdampak pada harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Perwakilan Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa kenaikan harga hanya berlaku pada tiga jenis BBM tersebut. Ia menegaskan bahwa Pertamax dan Pertamax Green 95 sengaja tidak dinaikkan untuk menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global.

Dari sisi pemerintah, juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan respons atas kondisi pasar internasional. Ia juga memastikan bahwa harga BBM subsidi tetap aman dan tidak mengalami perubahan.

Baca Juga:

Baru Menjabat, Kasatres Narkoba Batanghari Langsung Tangkap 4 Pelaku di Camp Sabu Kebun Sawit

Hingga saat ini, harga Pertalite masih berada di Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap di Rp6.800 per liter. Pemerintah menegaskan bahwa kestabilan harga BBM subsidi akan dijaga setidaknya hingga akhir tahun 2026 guna melindungi masyarakat dari dampak kenaikan energi global.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER