Di tingkat kota, Wali Kota Jambi, Maulana, memperkenalkan pendekatan dari hulu melalui program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.Melalui sistem ini, sampah akan diangkut langsung dari rumah warga, kemudian dipilah sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir.
Pemerintah menargetkan ratusan ribu rumah tangga ikut terlibat dalam program ini, sehingga pengelolaan sampah bisa lebih efektif dan merata.
Selain itu, Pemkot juga berencana menertibkan titik pembuangan liar yang selama ini menjadi persoalan klasik di perkotaan.
Tak hanya pengangkutan dan pemilahan, Kota Jambi juga mulai mengembangkan berbagai inovasi pengolahan sampah, seperti: bahan bakar alternatif dari limbah, budidaya maggot, pupuk organik cair. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan nilai tambah dari sampah.Kegiatan gotong royong di Danau Sipin juga melibatkan pelajar, termasuk anggota Pramuka. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini.
Melalui aksi langsung di lapangan, diharapkan muncul kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kini, Danau Sipin tidak hanya dikenal sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan lingkungan.
Aksi gotong royong ini diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.