Kesehatan

Sering Dianggap Penyakit Anak-Anak, Benarkah Orang Dewasa Tak Perlu Minum Obat Cacing? Ini Faktanya

0

0

matajambi |

Kamis, 12 Mar 2026 09:25 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Sering Dianggap Penyakit Anak-Anak, Benarkah Orang Dewasa Tak Perlu Minum Obat Cacing? Ini Faktanya - (Freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Pertanyaan mengenai apakah orang dewasa perlu mengonsumsi obat cacing masih sering muncul di tengah masyarakat. Hal ini wajar, karena banyak orang ingin menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mencegah risiko infeksi cacing yang kerap tidak disadari gejalanya. Dengan memahami kebutuhan minum obat cacing pada orang dewasa, risiko gangguan kesehatan yang mungkin muncul dapat dicegah lebih dini.

Infeksi cacing sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja. Risiko tersebut menjadi lebih besar bagi mereka yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan, bersentuhan langsung dengan tanah, atau tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.

Selama ini penyakit cacingan lebih sering dikaitkan dengan anak-anak, namun orang dewasa tetap memiliki peluang terinfeksi, terutama jika kebersihan tangan serta makanan tidak dijaga dengan baik.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami apakah orang dewasa memang perlu minum obat cacing serta kapan langkah pencegahan ini sebaiknya dilakukan.

Pada dasarnya, infeksi cacing pada orang dewasa memang bisa terjadi dan dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain sakit perut, tubuh mudah lelah, nafsu makan berkurang, hingga penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi tersebut sering kali tidak disadari karena gejalanya tergolong ringan pada tahap awal.

Baca Juga:

Polsek Muara Tembesi Berbagi Takjil kepada Masyarakat, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

Di Indonesia, risiko infeksi cacing masih tergolong cukup tinggi. Hal ini terutama dialami oleh masyarakat yang tinggal di daerah dengan sanitasi kurang memadai atau yang sering beraktivitas di lingkungan kotor dan bersentuhan langsung dengan tanah.

Kelompok pekerjaan seperti petani, penambang, pemetik buah dan sayur, serta pekerja yang sering berada di area tanah atau sampah memiliki potensi lebih besar terpapar infeksi cacing.

Dalam kondisi tersebut, konsumsi obat cacing secara berkala dapat menjadi langkah pencegahan. Umumnya, penggunaan obat cacing dapat dilakukan setiap enam hingga dua belas bulan sekali bagi orang dewasa yang memiliki risiko tinggi.

Beberapa jenis obat cacing yang umum digunakan oleh orang dewasa antara lain albendazole dan mebendazole. Albendazole biasanya diberikan untuk mengatasi berbagai jenis cacing seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, maupun cacing cambuk. Obat ini umumnya dikonsumsi dengan dosis tunggal 400 miligram.

Sementara itu, mebendazole juga sering digunakan untuk mengatasi infeksi cacing dengan beberapa pilihan dosis. Obat ini dapat diberikan sebanyak 100 miligram dua kali sehari selama tiga hari, atau dalam bentuk dosis tunggal 500 miligram, tergantung jenis infeksi yang dialami.

Baca Juga:

Sopir Batu Bara Dipalak Rp20 Ribu, Berujung Dikeroyok 14 Orang di Jalur Bajubang–Tempino

Meski demikian, bagi orang dewasa yang memiliki risiko rendah serta tidak mengalami gejala tertentu, konsumsi obat cacing secara rutin sebenarnya tidak selalu diperlukan.

Jika seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang hamil, mengonsumsi obat lain, atau masih ragu mengenai jenis obat yang tepat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dengan begitu, pilihan obat dan dosis yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER