KOTA JAMBI, MATAJAMBI.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen Bank Jambi serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi guna membahas polemik hilangnya dana milik sejumlah nasabah Bank Jambi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
RDP tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan sekaligus klarifikasi dari pihak bank terkait dugaan kebocoran sistem keamanan layanan perbankan Bank 9 Jambi yang menyebabkan sejumlah nasabah kehilangan dana tabungan mereka.
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengatakan pihaknya telah mendengarkan langsung penjelasan dari Bank Jambi dan OJK mengenai kejadian yang terjadi pada pekan lalu.
“Kami sudah mendengar langsung penjelasan terkait kejadian yang terjadi pada Minggu lalu. Alhamdulillah baik pihak Bank Jambi maupun OJK Jambi menunjukkan sikap proaktif untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Kemas Faried Alfarelly saat diwawancarai, Kamis 26 Februari 2026.
Menurutnya, dari penjelasan pihak Bank Jambi, langkah awal yang dilakukan adalah upaya preventif dengan menonaktifkan sementara sistem layanan M-Banking guna mengantisipasi kemungkinan kerugian yang lebih besar.
Sementara itu, terkait jumlah nasabah yang terdampak, Kemas menyebutkan bahwa hingga saat ini pihak Bank Jambi dan OJK belum dapat menyampaikan data pasti karena masih dalam proses pemeriksaan melalui audit forensik digital. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan serangan siber terhadap sistem perbankan.
Kemas juga menegaskan bahwa DPRD Kota Jambi meminta komitmen dari Bank Jambi untuk segera mengembalikan dana nasabah yang hilang akibat kejadian tersebut.“Pada hari Senin nanti kami akan kembali memanggil pihak Bank Jambi untuk melihat sejauh mana komitmen mereka dalam menyelesaikan persoalan dana nasabah yang hilang,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas peristiwa tersebut, namun berharap sistem layanan Bank Jambi dapat segera kembali normal agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Kota Jambi, tidak terganggu.
“Kita tentu prihatin dengan kejadian ini. Namun di sisi lain layanan perbankan Bank Jambi harus segera dipulihkan agar masyarakat tetap dapat dilayani dengan baik,” tambahnya.
Kemas juga mengimbau masyarakat, khususnya nasabah Bank Jambi yang terdampak, untuk tidak panik karena DPRD Kota Jambi terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Yan Iswara Rosya, menyampaikan bahwa pihak Bank Jambi telah menyatakan komitmennya untuk mengganti dana nasabah yang hilang.