MATAJAMBI.COM - Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi kembali menggelar pasar sembako bersubsidi menjelang Ramadan 2026. Program tahunan ini disambut antusias warga karena menawarkan potongan harga kebutuhan pokok hingga 50 persen.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci ini menjadi salah satu langkah konkret membantu masyarakat menjaga daya beli di tengah dinamika harga bahan pangan.
Melalui kolaborasi dengan Baznas Provinsi Jambi, Bank Jambi, serta sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, pasar murah tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, mengatakan potongan harga yang diberikan berkisar antara 30 hingga 50 persen. Sejumlah komoditas yang sebelumnya dijual Rp100 ribu kini bisa dibeli masyarakat dengan harga Rp70 ribu hingga Rp50 ribu. Bahkan, beras yang harga normalnya mencapai Rp125 ribu per karung dijual hanya Rp75 ribu.
“Ini bentuk ikhtiar kita untuk meringankan beban masyarakat. Mungkin tidak sepenuhnya mencukupi kebutuhan, tapi paling tidak bisa membantu,” ujar Hesnidar.
Pasar sembako subsidi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan kemungkinan penyesuaian sesuai kondisi di lapangan. Selain menyediakan bahan pokok murah, kegiatan ini juga diramaikan oleh pelaku UMKM lokal yang memasarkan produknya di lokasi yang sama.
Hesnidar mengimbau masyarakat untuk turut mendukung UMKM dengan tidak menawar harga secara berlebihan. Menurutnya, dukungan kecil dari masyarakat dapat berdampak besar bagi keberlangsungan usaha kecil.
“Kalau produk UMKM, kalau bisa jangan ditawar terlalu rendah. Bahkan kalau mampu, lebihkan sedikit sebagai bentuk dukungan,” katanya.
Di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil dan berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak panik. Ia menilai media memiliki peran strategis dalam menjaga suasana tetap kondusif melalui pemberitaan yang menenangkan dan informatif.
Lebih jauh, Hesnidar menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum memperkuat empati serta kepedulian sosial.
“Memberi itu bukan mengurangi. Justru melipatgandakan keberkahan,” tutupnya.
Dengan adanya pasar sembako subsidi ini, diharapkan masyarakat Jambi dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, sementara kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah tantangan ekonomi.