JAMBI, MATAJAMBI.COM - Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani secara resmi membuka Gerakan Pasar Murah Serentak Provinsi Jambi dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Citraland NGK, Kota Jambi, Jumat 13 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Wagub Sani mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas bersama pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ia menegaskan, kerja sama diperlukan untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, serta pemanfaatan pangan bagi masyarakat.
“Penguatan ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produksi lokal, efisiensi rantai pasok, serta pengembangan cadangan pangan strategis diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Sani.
Menurutnya, stabilitas harga bahan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Fluktuasi harga yang tinggi, kata dia, dapat mengganggu keseimbangan ekonomi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Serentak ini merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan berkualitas dengan harga yang lebih ekonomis bagi masyarakat,” katanya.
Sani menambahkan, pemerintah pusat dan daerah memiliki tanggung jawab dalam menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan pasar murah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, laju inflasi secara year on year (y-on-y) pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98. Penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil sebesar 1,39 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,38 persen, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,45 persen.
Sementara itu, dari sektor produksi pangan, produksi beras Provinsi Jambi pada Januari hingga Desember 2025 mencapai 212,76 ribu ton atau meningkat 30,88 persen dibandingkan tahun 2024. Potensi produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 57,40 ribu ton atau meningkat 11,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wagub menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan inflasi daerah. Program ini juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan Provinsi Jambi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Jambi, dengan Indeks Ketahanan Pangan sebagai indikator keberhasilan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, SE, MA, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan menggelar pasar murah setiap minggu selama bulan Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mengendalikan inflasi serta menstabilkan harga kebutuhan pokok yang biasanya mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan.